Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

5 Cara Asyik Belajar Bahasa Indonesia

5 Cara Asyik Belajar Bahasa Indonesia

Sudah pernahkah Sahabat merasa mata pelajaran Bahasa Inggris lebih gampang dibanding Bahasa Indonesia? Walau sebenarnya kita setiap hari memakai Bahasa Indonesia lebih kerap dibanding Bahasa Inggris. Rasanya tidak ada yang tidak kita ketahui dalam membaca atau dengarkan seseorang dalam Bahasa Indonesia.

Tetapi mengapa nilai Bahasa Indonesia dapat semakin rendah daripada nilai Bahasa Inggris? Coba, turuti panduan di bawah ini supaya kita semakin cinta dalam bahasa nasional ini.

1. Akrabkan Diri dengan Bahasa Indonesia Baku

Apa Sahabat Pandai mengetahui jika Bahasa Indonesia di kelas berlainan dari Bahasa Indonesia yang kita pakai setiap hari? Bahasa Indonesia yang kita pakai pada beragam buku mata pelajaran ialah Bahasa Indonesia baku. Saat ujian, kita hadapi Bahasa Indonesia baku.

Bagaimana dengan Bahasa Indonesia kita setiap hari? Jika kita memakai Bahasa Indonesia baku untuk berkawan setiap hari, kesannya pasti berasa kaku dan ganjil. Tetapi dengan memakai Bahasa Indonesia baku, sebetulnya kita secara tidak langsung belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia , Sahab.

Coba tentukan saat yang pas untuk memakai Bahasa Indonesia yang baku dan resmi, misalkan saat hadapi orang yang baru dikenali atau bicara dengan Customer Service (CS). Makin lama, Bahasa Indonesiamu makin baik dan Sobatpun kedengar santun.

2. Ketahui Pengertian dan Pemakaiannya

Pernah belajar mengenai homofon, personifikasi, gagasan dasar, dan beragam istilah semacamnya? Dapatkah Sahabat menerangkan yang diartikan dengan homograf atau eufimisme, komplit dibarengi dengan contoh kalimatnya, misalkan?

Beberapa kita kemungkinan memandang ulasan semacam ini kurang memikat. Tetapi perlu didalami dan dimengerti lho, Sahabat. bukankah tak kenal, maka tak sayang? Jika sudah dekat, bukan tidak mungkin kita dapat merasakah cantiknya Bahasa Indonesia.

3. Ketahui Susunan Kalimat dan Tata Bahasa

Tidak cuma Bahasa Inggris yang mempunyai gaya bahasa atau grammar, tetapi Bahasa Indonesia punyai 'aturan main'nya. Selain mengetahui mana yang dikatakan sebagai Subyek, Predikat, dan Objek, kita harus juga tahu di mana tempatnya masing-masing. Kita perlu pahami mana kata yang menjelaskan dan mana kata yang dijelaskan.

Dan apakah sudah Sahabat pahami ide dari kalimat majemuk, kalimat majemuk setara dengan, dan kalimat majemuk bertingkat? Gaya bahasa seperti ini berasa teknis, tetapi pengetahuan yang bagus bisa memengaruhi kualitas kreasi tulismu kelak. Gaya bahasa yang bagus tentukan berapa gampang tulisanmu dimengerti seseorang.

4. Ikuti Dinamika Perubahan Bahasa

Tahukah Sahabat? Bahasa Indonesia termasuk masih muda! Jangankan dipertemukan dengan Bahasa Inggris atau Bahasa Arab yang lain benua, beda umur Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu saja benar-benar jauh! Walau sebenarnya, Bahasa Melayu yang dipakai di negara tetangga ini sebagai leluhur Bahasa Indonesia.

Bahasa Melayu mulai dipakai semenjak era ketujuh. Dalam pada itu, Bahasa Indonesia lahir di 2 Mei 1926 - atau era ke 20. Nach, lumayan jauh selisihnya, kan?

Secara umum, makin tua satu bahasa, makin kaya juga kosakatanya. Karena itu tidak boleh bingung jika sampai sekarang Bahasa Indonesia masih alami perubahan yang cukup aktif, terutamanya dengan lahirnya kosakata baru.

Misalkan, kata gawai diserap dan diadaptasi dari handphone dalam Bahasa Inggris. Kata gawai ada bertepatan dengan perubahan smartphone yang baru menyebar pada dasawarsa ke-2 era ke-21. Dalam masalah ini, perubahan tehnologi memengaruhi lahirnya kosakata baru. Dan bukan mustahil besok-besok bakal ada kosakata baru kembali, Sahabat!

5. Lakukan Banyak Membaca

Ada empat tipe majas, dan semuanya ada beberapa puluh majas. Begitu menjemukannya untuk pahami pengertian dan misalnya satu per satu!

Tetapi apakah sudah Sahabat menyaksikan saat majas-majas itu dipakai dalam sebuah narasi fiksi? Fabel jadi narasi yang hebat dan penuh beberapa pesan kepribadian. Satire sanggup membuat kita berpikiran ulangi dan nikmati sarkasme yang ditunjukkannya. Bagaimana sebuah narasi sanggup mengaduk-ngaduk emosi kita? Majas berperanan penting di dalamnya.

Bukannya belajar majas satu per satu sampai jemu, mengapa kita tidak pilih langkah lain untuk menikmatinya? Iya, dengan membaca, Sahabat!

Baca beberapa topik yang Sahabat gemari, seperti otomotif, politik, ekonomi, pertanian, atau lainnya. Tidak cuman mendapat pengetahuan yang memancing ketertarikan, kita juga bisa pelajari kosakata baru yang kemungkinan lahir bersamaan perubahan jaman - seperti kata gawai di atas.

Bagaimana juga, belajar bahasa tidak bisa dilaksanakan secara terbatas, misalkan dengan mengingat majas. Kita harus memakainya dengan aktif, yang bisa dengan diawali membaca dan menulis.

Maka belajar Bahasa Indonesia tidak cuma mengenai nilai ujian saja ya, Sahabat. Nantinya kita akan memakai ketrampilan berbahasa Indonesia itu untuk menulis esai, kreasi ilmiah, bahkan juga skripsi atau pekerjaan akhir. Sangat sayang jika peluang belajar ini sampai disia-siakan, kan?

Posting Komentar untuk "5 Cara Asyik Belajar Bahasa Indonesia"