Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Tes Wawasan Kebangsaan ( TWK ) CPNS | BHINNEKA TUNGGAL IKA Part 1

Tes Wawasan Kebangsaan ( TWK ) CPNS | BHINNEKA TUNGGAL IKA Part 1

Alfazzablog - Assalamualaikum , Kita lanjut materi mengenai tes CPNS dengan sub bab BHINNEKA TUNGGAL IKA part 1 .

Seperti biasa mimin juga memberikan contoh soal sebanyak 50 butir pilihan ganda lengkap dengan jawaban dan penjelasannya .

Kalian bisa baca juga artikel saya sebelumnya mengenai CPNS sub bab UUD 1945 , kalian bisa klik disini Tes Wawasan Kebangsaan ( TWK ) CPNS | UUD 1945 Part 2.

Mari kita simak , sebelum mulai , alangkah baiknya kita berdoa dulu ya pren , agar diberikan kemudahan untuk menangkap materi nya dan ilmu yang didapat menjadi lebih berkah.

Tes CPNS BAB BHINNEKA TUNGGAL IKA Part 1

Pengertian tes Bhinneka Tunggal Ika adalah tes yang menguji konsep Bhinneka Tunggal Ika. Fungsi dan tujuan tes ini agar dapat mengetahui konsep Bhinneka Tunggal Ika dan implementasinya.

A. SEJARAH BHINNEKA TUNGGAL IKA

  • Semboyan Bhinneka Tunggal Ika untuk pertama kalinya dikenal pada masa Majapahit era kepemimpinan Wisnuwardhana.
  • Perumusan Bhinneka Tunggal Ika dilakukan oleh Empu Tantular dalam kitab Sutasoma.
  • Pada dasarnya perumusan semboyan ini adalah usaha untuk mengatasi keanekaragaman agama dan kepercayaan.
  • Semangat Bhinneka Tunggal Ika pun telah menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan pada masa Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Dalam kitab Sutasoma, definisi Bhinneka Tunggal Ika lebih ditekankan pada perbedaan dalam hal kepercayaan dan keanekaragaman agama yang ada di kalangan masyarakat Majapahit.
  • Sebagai semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia, konsep Bhinneka Tungggal Ika bukan hanya perbedaan agama dan kepercayaan menjadi fokus, tapi pengertiannya lebih luas. Perbedaan suku, bangsa, budaya (adat istiadat), beda pulau, dan tentunya agama dan kepercayaan yang nenuju persatuan dan kesatuan Nusantara juga menjadi fokus.
  • Bhinneka Tunggal Ika ditetapkan secara resmi menjadi semboyan negara Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951.

B. NILAI-NILAI DALAM BHINNEKA TUNGGAL IKA

  • Bhinneka Tunggal Ika memiliki konsep pluralistik dan multikulturalistik dalam suatu kesatuan hidup di Indonesia.
  • Pluralistik dan multikulturalistik merupakan asas yang mengakui adanya kemajemukan bangsa ditinjau dari segi agama, keyakinan, suku, bangsa, adat budaya, keadaan daerah, dan ras.
  • Kemajemukan yang tumbuh di bumi Indonesia harus dihormati, dihargai, dan didudukkan dalam suatu prinsip yang dapat mengikat keanekaragaman tersebut dalam sebuah kesatuan yang kuat.
  • Prinsip-prinsip yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika, yaitu : 
    1. Untuk membentuk persatuan dan kesatuan bangsa dengan keanekaragaman yang dimiliki Indonesia diharapkan tidak terjadi pembentukan konsep baru dari keanekaragaman konsep-konsep yang terdapat pada unsur-unsur atau komponen bangsa.
    2. Bhinneka Tunggal Ika tidak bersifat sekertarian dan eksklusif, hal ini berarti bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dibenarkan mengagungkan diri sendiri, merasa paling benar, paling hebat, dan tidak mengakui harkat dan martabat pihak lain. Bhinneka Tunggal Ika bersifat inklusif, artinya golongan mayoritas dalam hidup berbangsa dan bernegara tidak memaksakan kehendaknya pada golongan minoritas.
    3. Bhinneka Tunggal Ika tidak bersifat formalistis yang hanya menunjukkan perilaku semu. Bhinneka Tunggal Ika dilandasi oleh sikap saling mempercayai, saling menghormati, saling mencintai, dan rukun. Hanya dengan cara demikian makna keanekargaman ini dapat dipersatukan.
    4. Bhinneka Tunggal Ika bersifat konvergen tidak divergen, yang bermakna perbedaan yang terjadi dalam keanekaragaman tidak untuk dibesar - besarkan, tetapi dicari titik temu dalam bentuk kesepakatan bersama. Hal ini akan terwujud apabila dilandasi oleh sikap toleran, nonsektarian, inklusif, akomodatif, dan rukun.
    5. Asas pluralistik dan multikultural Bhinneka Tunggal Ika mendukung nilai inklusif, tidak bersifat eksklusif, terbuka, koeksistensi damai dan kebersamaan, kesetaraan, tidak merasa yang paling benar, toleransi, dan musyawarah disertai dengan penghargaan terhadap pihak lain yang berbeda. 
  • Kemajemukan yang ada di Indonesia sifatnya tidak bertentangan, namun dapat memperkaya sifat dan makna persatuan bangsa dan negara serta dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme.
  • Dalam pembinaan aspek kehidupan nasional, aktualisasi pemahaman nilai-nilai ke Bhinneka Tunggal Ikaan yang tercantum dalam Pancasila harus menjadi nilai yang menjiwai segenap Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di seluruh wilayah negara.
  • Untuk itu, harus diimplementasikan ke dalam segenap pranata sosial yang berlaku Masyarakat.
  • Dalam kehidupan nyata, pertumbuhan nasionalisme di Indonesia berakar dari nilai - nilai adat istiadat dan kebudayaan yang ada.
  • Prinsip-prinsip nasionalisme Indonesia tersusun dalam kesatuan majemuk tunggal yaitu:
    1. Kesatuan sejarah; bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang dalam suatu proses sejarah.
    2. Kesatuan nasib; berada dalam satu proses sejarah yang sama dan mengalami nasib yang sama yakni dalam penderitaan penjajah dan kebahagiaan bersama.
    3. Kesatuan kebudayaan; keanekaragaman kebudayaan tumbuh menjadi suatu bentuk kebudayaan nasional.
    4. Kesatuan asas kerohanian; adanya ide. cita-cita, dan nilai-nilai kerohanian yang secara keseluruhan tersimpul dalam Pancasila.
  • Karena beberapa faktor nilai dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika mulai memudar, penyebabnya di antaranya:
    • Diskriminasi
      • Contoh konkret dari diskriminasi adalah ketidakmerataan kesejahteraan sosial dan pembangunan. 
      • Terjadinya ketimpangan antarwilayah membuat implikasi terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat antarwilayah dan akhirnya masyarakat tidak bersatu.
    • Konflik
      • Konflik dilatar belakangi oleh perbedaan yang ada dalam setiap individu atau ras dalam sebuah interaksi. 
      • Faktor penyebab konflik di antaranya: 
        1. perbedaan individu meliputi perbedaan pendirian dan perasaan, 
        2. perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda. 
        3. perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok, 
        4. perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat, 
        5. isu-isu sara dan kebenaran agama yang bergesekan dalam masyarakat.
    • Egoisme
      • Egoisme merupakan sebuah karakter untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan diri saja. 
      • Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya.
    • Etnosentrisme
      • Etnosentrisme merupakan sebuah sikap yang cenderung merendahkan orang - orang yang bukan golongannya atau yang dianggap asing. 
      • Etnosentrisme beranggapan bahwa budaya asing lebih rendah daripada budayanya yang dimiliki. 
      • Kondisi kecintaan yang berlebihan inilah yang justru merongrong eksistensi Bhinneka Tunggal Ika. Fanatisme kedaerahan juga berdampak pada keutuhan NKRI.
    • Cultural lag
      • Cultural lag adalah bentuk kesenjangan budaya akibat masuknya unsur-unsur globalisasi yang terjadi secara tidak merata dan tidak serempak. 
      • Unsur - unsur teknologi yang masuk secara cepat yang tidak diimbangi unsur-unsur sosial budaya yang lambat. 
      • Akibatnya, perubahan unsur-unsur sosial budaya terjadi secara tidak serempak yang menimbulkan suatu kesenjangan sosial.
    • Identitas Bangsa yang Mulai Luntur 
      • Indonesia mempunyai paham nasionalisme yang menjadi suatu identitas bangsa. Namun seiring masuknya budaya-budaya asing dan perkembangan iptek yang sangat cepat, seiring waktu mulai memudar. 
      • Contoh kecilnya adalah anak muda sekarang lebih bangga menggunakan bahasa asing daripada bahasa persatuan Indonesia atau bahasa daerah. 
      • Budaya musyawarah dan gotong royong juga mulai memudar seiring acuhnya masyarakat terhadap interaksi ataupun masyarakat sekitar. Hal-hal tersebut merupakan dampak negatif modernisasi.
  • Dengan mewujudkan dan mengaktualisasikan pemahaman nilai-nilai ke Bhinneka Tunggal Ikaan, diharapkan setiap warga, pemerintah, segenap komponen bangsa dapat mengintegrasikan seluruh kehidupan berkebangsaan dengan menjunjung tinggi nasioanalisme demi mempertahankan NKRI.
  • Jika dikaitkan dengan tata kepemerintahan,kecenderungan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat harus diprioritaskan, yaitu pemerintahan yang mampu menempatkan kepentingan warga negara sebagai sentral kehidupan dari pemerintahan. 
  • Kepentingan publik selalu menjadi kriteria utama dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah. Kalau kebijakan publik diambil dengan hanya memerhatikan kepentingan para pejabat pemerintah dan aparaturnya maka dapat dinilai bahwa sistem pemerintahan yang dijalankan tidak akuntabel pada publiknya.
  • Jika dalam merumuskan suatu kebijakan publik, para pemimpin yang berasal dari unsur pemerintah menjadikan kepentingan publik sebagai acuan utamanya maka pemerintah maupun aparatur pemerintah dinilai memiliki akuntabilitas yang tinggi. Kondisi ini akan menjadi sumber kesejahteraan rakyat, yang kemudian menjadi pilar nasionalisme, dan dapat dijadikan sebagai unsur untuk mencapai cita-cita bangsa sesuai ideologi dan konstitusi nasional.

C. APLIKASI BHINNEKA TUNGGAL IKA DI INDONESIA 

  • Bhinneka Tunggal Ika mempunyai makna perwujudan untuk mencapai persatuan di kalangan masyarakat dari berbagai lapisan meskipun memiliki kemajemukan namun kesamaan budaya yang tumbuh di kalangan masyarakatnya mendasari kemajemukan tersebut.
  • Nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika yang termaktub dalam Pancasila merupakan suatu kesadaran, cita-cita hukum, serta cita-cita moral yang luhur, meliputi suasana kejiwaan serta watak bangsa Indonesia yang secara Yuridis formal menjadi dasar filsafat Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  • Multikultural disebut juga kemajemukan atau berbagai macam budaya. Multikulturalisme diartikan juga sebagai pemahaman, penghargaan, dan penilaian atas budaya.

CONTOH 50 SOAL CPNS BHINNEKA TUNGGAL IKA PART 1

Posting Komentar untuk "Tes Wawasan Kebangsaan ( TWK ) CPNS | BHINNEKA TUNGGAL IKA Part 1"