Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Tes Wawasan Kebangsaan ( TWK ) CPNS | Pancasila Part 3

 Tes Wawasan Kebangsaan Pancasila Part 2Assalamu'alaikum temen - temen semua para pembaca artikel saya , apakabar semua ? 

Semoga selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rizky dan tentunya terhindar dari wabah virus Corona yang sedang melanda negara kita tercinta ini Indonesia .

Kali ini saya akan melanjutkan materi artikel saya sebelumnya yaitu mengenai Tes Wawasan Kebangsaan Pancasila Part 2. Jika kalian belum sempat membaca part 2 nya bisa kalian klik disini Tes Wawasan Kebangsaan ( TWK ) | Pancasila Part 2 

TWK PANCASILA

Pancasila


E. Sistem Nilai Yang Terdapat Dalam Pancasila

1. Arti dan Makna Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

    Pokok pikiran dari sila pertama yaitu :
  • Pengkuan adanya causa prima (sebab pertama), yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
  • Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya.
  • Tidak memaksa warga negara untuk beragama tertentu, namun wajib untuk memeluk agama sesuai dengan hukum yang berlaku
  • Athiesme dilarang hidup dan berkembang di Indonesia
  • Menjamin berkembang dan tumbuh suburnya kehidupan beragama, toleransi antarumat beragama dan dalam kegiatan beragama
  • Negara memberi fasilitas bagi tumbuh kembangnya agama dan pemuka agama menjadi mediator ketika terjadi konflik antarumat beragama.
Manusia sebagai makhluk yang ada di dunia pasti diciptakan oleh penciptanya. Pencipta itulah yang disebut causa prima yang mempunyai hubungan dengan makhluknya.

Dalam konteks bernegara, di dalam masyarakat yang berdasarkan atas Pancasila, telahdijamin kebebasannya dalam memeluk agamanya sesuai kepercayaannya.

Dengan payung sila Ketuhanan tersebut, maka bangsa Indonesia mempunyai satu asas yang dipegang, yaitu bebas untuk memeluk agama dan beribadah menurut agamanya masing-masing. 

Oleh karena itu, sesuai dengan sila Ketuhanan, maka perintah Tuhan merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan karena pada dasarnya manusia diciptakan oleh Tuhan.

2. Arti dan Makna Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

    Pokok pikiran dari sila kedua adalah : 
  • Menempatkan manusia sesuai pada hakikatnya sebagai makhluk Tuhan. Kemanusiaan mempunyai sifat yang universal.
  • Menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa. Hal ini juga bersifat universal dan jika diterapkan dalam masyarakat Indonesia sudah tentu bangsa Indonesia menghargai hak dari setiap warga negara dalam masyarakat Indonesia. Konsekuensi dari hal ini adalah sila kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung prinsip menolak atau menjauhi rasialisme atau sesuatu yang bersumber pada ras.
  • Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak lemah. Hal ini berarti bahwa yang menjadi tujuan masyarakat Indonesia adalah keadilan dan peradaban yang tidak pasif.

3. Makna sila Persatuan Indonesia

    Inti dari pokok pikiran sila ketiga ini adalah
  • Nasionalisme
  • Cinta bangsa dan tanah air
  • Menggalang persatuan dan kesatuan bangsa
  • Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan, keturunan dan perbedaan warna kulit.
  • Menumbuhkan rasa senasib sepenanggungan.
Makna persatuan pada hakikatnya adalah satu, bulat, dan tidak terpecah. Jika persatuan Indonesia dikaitkan denganpengertian modern sekarang ini, makadapat dikatakan nasionalisme.
 
Nasionalismeadalah perasaan satu sebagai suatu bangsa, satu dengan seluruh warga yang ada dalam masyarakat. Perlu diketahui bahwa ikatan kekeluargaan dan kebersamaan di Indonesia sejak dulu sampai sekarang lebih dihormati daripada kepentingan pribadi. 

Namun, tentunya semangat ini bagi bangsa Indonesia mengalami dinamikanya sendiri. Kadang menjadi kuat, kadang juga melemah. 

Pada saat seperti ini justru nasionalisme bangsa Indonesia sedang diuji karena memasuki kondisi yang mulai rapuh. Kondisi ini disebabkan karena banyak dari elemen-elemen bangsa yang lebih mementingkan kepentingan pribadi atau golongan daripada kepentingan bangsa.

4. Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan

Beberapa pokok pikiran dari sila keempat yang perlu dipahami adalah :
  • Hakikat dari sila ini adalah demokrasi. Demokrasi dalam arti luas, yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
  • Permusyawaratan, artinya mengusahakan putusan bersama secara bulat, kemudian bersama-sama melakukan tindakan. Kesimpulan yang penting dari poin ini adalah mengusahakan putusan bersama secara bulat. Dengan demikian berarti bahwa demokrasi yang berdasarkan Pancasila adalah kebulatan mufakat sebagai hasil kebijaksanaan. Oleh karena itu jika kita ingin mencapai hasil yang sebaik-baiknya maka harus menempatkan nilai nilai kebijaksanaan musyawarah terlebih dahulu.
  • Dalam melaksanakan keputusan diperlukan kejujuran bersama. Dalam hal ini perlu diingat bahwa keputusan bersama dilakukan secara bulat sehingga membawa konsekuensi adanya kejujuran.
  • Perbedaan secara umum demokrasi dibarat dan di Indonesia terletak pada permusyawaratan. Permusyawaratan diusahakan agar dapat menghasilkan keputusan yang bulat. Bentuk musyawarah di Indonesia telah mentradisi dan mengakar pada sendi-sendi masyarakat Indonesia.

5. Makna Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Beberapa pokok pikiran dari yang perlu dipahami dari sila kelima adalah
  • Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat.
  • Seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama menurut potensi masing- masing.
  • Melindungi yang lemah agar semua kelompok warga masyarakat dapat bekerja sesuai dengan bidangnya.

E. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan 

Paradigma berarti suatu gugusan sistem pemikiran, cara pandang, nilai-nilai, metode- metode, prinsip dasar, atau cara pemecahan masalah yang dianut suatu masyarakat tertentu.

Pancasila sebagai paradigma pembangunan berarti bahwa Pancasila berisi anggapan- anggapan dasar yang merupakan kerangka keyakinan yang berfungsi sebagai acuan, pedoman dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pemamfaatan hasil-hasil pembangunan nasional.

Adapun paradigma pembangunan adalah sebagai berikut: 
  1. Pembangunan tidak boleh bersifat pragmatis, yaitu pembangunan itu tidak hanya mementingkan tindakan nyata dan mengabaikan pertimbangan etis. 
  2. Pembangunan tidak boleh bersifat ideologis, yaitu pembanguanan tidak boleh secara mutlak melayani ideologi tertentu dan mengabaikan manusia nyata.
  3. Pembangunan harus menghormati HAM, yaitu pembangunan tidak boleh mengorbankan manusia nyata melainkan menghormati harkat dan martabat bangsa.
  4. Pembangunan dilaksanakan secara demokratis, artinya pembangunan melibatkan masyarakat sebagai tujuan pembangunan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kebutuhan mereka.
  5. Pembangunan diperioritaskan pada penciptaan taraf minimum keadilan sosial, yaitu mengutamakan mereka yang paling lemah untuk menghapuskan kemiskinan struktural. Kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang timbul bukan akibat malasnya individu atau warga negara, melainkan diakibatkan dengan adanya struktur-struktur sosial yang tidak adil.
Pembangunan nasional merupakan upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia yang terdiri dari aspek jiwa, raga, pribadi, sosial, dan aspek Ketuhanan.

Pembangunan nasional merupakan upaya dalam peningkatan manusia secara totalitas.

Pembangunan sosial wajib mengembangkan harkat dan martabat manusia secara keseluruhan. Sehingga pembangunan dilaksanakan dari berbagai bidang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia yaitu sebagai berikut:

1. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Umat Beragama

  Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki 6 agama yang diakui secara resmi oleh pemerintah. Dalam sistem pendidikan agama di Indonesia harus mendukung peserta didik untuk :
  • Memiliki pandangan yang luas tentang pemahaman keagamaannya.
  • Memiliki kemampuan menghayati nilai - nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Memiliki rasa toleransi terhadap umat agama lain.
  • Memiliki kepekaan terhadap masalah - masalah sosial.

2. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi

    Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila. Dalam sistem ekonomi ini rakyat Indonesia berperan sebagai pelaku utama dalam perekonomian. 

Ekonomi di Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi di Indonesia harus menghindari persaingan bebas, monopoli, ketidakadilan, dan penindasan.

3. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Hukum

    Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Hukum Indonesia merupakan negara yang berdasarkan hukum. Konstitusi yang ada di Indonesia dikelompokkan dalam tiga materi konstitusi, yaitu :
  • Adanya perlindungan terhadap hak asasi manusia
  • Adanya susunan ketatanegaraan yang mendasar
  • Adanya pembagian dan pembatasan tugas-tugas ketatanegaraan.

4. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya

  Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena sejatinya Pancasila berasal dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. 

Hal ini seperti yang tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan tabat manusia, yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab.

Pembangunan budaya yang menghasilkan manusia - manusia biadab, kejam, brutal dan bersifat anarkis jelas bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab.

Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik, tetapi harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaannya. Manusia harus dapat mengembangkan dirinya dari tingkat homo menjadi human. 

Berdasar sila persatuan Indonesia, pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam di seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan bangsa.

5. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Politik

    Manusia Indonesia selaku warga negara harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik, bukan sekadar objek politik. Pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia.

Sistem politik Indonesia yang berasal dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat. Sistem politik Indonesia yang sesuai dengan Pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter.

Sistem politik Indonesia dikembangkan atas asas kerakyatan (sila IV Pancasila). Perilaku politik, baik dari warga negara maupun penyelenggara negara dikembangkan atas dasar moral tersebut, sehingga menghasilkan perilaku politik yang santun dan bermoral.

G. Lambang Pancasila

  • Kata Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu panca yang berarti lima berarti dasar.
  • Pancasila memilik arti lima dasar kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Pancasila yang tersusun dari lima sila ini tergambar pada bagian perisai dari lambang negara Indonesia, Yaitu Burung Garuda.



1. Burung Garuda

  • Garuda Pancasila sendiri adalah burung Garuda yang sudah dikenal melalui mitologi kuno dalam sejarah bangsa Indonesia, yaitu kendaraan Dewa Wisnu yang menyerupai burung elang rajawali. Burung Garuda digunakan sebagai lambang negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.
  • Warna kuning keemasan pada burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan. 
  • Garuda memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan.
  • Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945 (17-8-1945) 17 helai bulu pada masing-masing sayap , 8 helai bulu pada ekor , 19 helai bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor 45 helai bulu di leher.

2. Perisai

    Perisai merupakan tameng yang telah lama dikenal dalam budaya dan peradaban Nusantara sebagai senjata untuk perlindungan, pertahanan dan perjuangan diri untuk mencapai tujuan.

Di tengah perisai terdapat sebuah garis Pitam tebal yang menggambarkan garis khatulistiwa. Hal tersebut mencerminkan letak Indonesia yang dilintasi garis khatulistiwa.

Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar negara Pancasila, yaitu
  1. B├Čntang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa (sila ke-1).
  2. Rantai melambangkan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab (sila ke-2).
  3. Pohon beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia (sila ke-3).
  4. Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan (sila ke-4).
  5. Padi dan kapas melambangkan sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia (sila ke-5).
Warna dasar pada ruang perisai merupakan warna bendera Indonesia (merah-putih). dan pada bagian tengahnya memiliki warna dasar hitam.

3. Pita Bertuliskan Semboyan Bhineka Tunggal Ika

  • Kedua cakar Burung Garuda mencengkeram sehelai pita putih bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika" berwarna hitam
  • Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah kutipan dari Kitab Sutasoma karya Empu Tantular. Kata "bhinneka" berarti berbeda - beda, sedangkan kata "tunggal" berarti satu, kata "ika" berarti itu. Secara harfiah Bhinneka iagal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu u yig bermakna meskipun berbeda-beda ane bada hakikatnya tetap adalah satu kesatuan.

Contoh 2 soal 

1. Menghormati umat agama lain merayakan hari besar keagamaannya adalah sesuai dengan Pancasila sila ke...
A.    1
B.    2
C.    3
D.    4
E.    5

Pembahasan :
Menghormati umat agama lain merayakan hari besar keagamaannya adalah sesual dengan Pancasila sila ke-1, yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.
Jawaban: A

2. Memperlakukan manusia dengan cara yang sama, baik dalam pergaulan atau di depan hukum merupakan perilaku yang sesuai dengan Pancasila, yaitu sila...
A.    Pertama
B.    Kedua
C.    Ketiga
D.    Keempat
E.    Kelima

Pembahasan : 
Memperlakukan semua manusia secara adil baik dalam pergaulan atau di depan hukum merupakan
perilaku yang sesuai dengan Pancasila, khususnya sila kedua yang berbunyi Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Jawaban: B

Dibawah ini merupakan latihan soal gabungan dari materi TWK Pancasila part 2 dan Part 3 ,  silahkan mengerjakan ya ges

Posting Komentar untuk "Tes Wawasan Kebangsaan ( TWK ) CPNS | Pancasila Part 3"